Jumat, 08 Juni 2012

Bahaya Keseringan Memakai Headset


Headset oh headset…. Hmm…rasa-rasanya benda itu sudah tidak asing lagi bagi para pembaca semua,ya kan ya kan..hehe. Bahkan ada diantaranya  yang sangat senang untuk menggunakan benda tersebut dalam melakukan berbagai aktivitas.  Memang… tidak ada salahnya menggunakannya, namun penggunaan dengan baik dan benarlah yang dapat memberikan manfaat. Kebanyakan dari kita semua belum mengetahui adanya fakta yang menyatakan suatu akibat buruk dari penggunaan headset atau earphone yang tidak tepat. Seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu selalu mempunyai dua sisi yaitu sisi positif dan sisi negatif, begitu juga dalam menggunakan headset atau earphone, apabila kita gunakan dengan baik dan benar maka kita akan memperoleh manfaatnya namun sebaliknya jika kita menggunakannya secara tidak tepat maka penggunaan headsetpun akan memberikan bahaya bagi diri kita. Baiklah para pembaca semua di sini saya akan berbagi ilmu mengenai apa-apa aja sih bahaya dari penggunaan headset atau earphone yang tidak tepat atau tidak sesuai prosedur dan bagaimana sih tips-tips dalam penggunaan headset atau earphone dengan baik dan benar agar kita terhindar dari bahaya tersebut.  Ok inilah dia slamat menyimak n listen……

Terlalu sering menggunakan atau terlalu memaksa pemakaian headset akan menyebabkan kerusakan gangguan pendengaran atau penurunan fungsi pendengaran (tuli, budeg dll). Apalagi biasanya earphone/headset digunakan dengan diset sekeras-kerasnya untuk "melawan" noise dari luar yang biasanya kita gunakan di tempat-tempat ramai/ bising. Ini sangat beresiko tinggi.

Ketulian sudah dapat menyerang orang sejak dini. Awal-awalnya telinga yang sering menggunakan earphone tidak terasa apa-apa, tapi ketika hendak mencabut earphone, telinga terasa panas dan berdengung hebat.

Itu terjadi akibat kelelahan koklea (rumah siput), yang berperan penting dalam proses pendengaran. Kelelahan koklea yang terjadi terus-menerus dan tak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan pendengaran menetap.


Untuk orang dengan pendengaran normal, audiogram terletak antara nol dan 20 desibel. Di atas angka itu, artinya kondisi telinga sudah tidak beres. Selain itu janganlah kita gunakan headset atau earphone tersebut pada saat menyetir atau di jalan raya yang berisik. Karena hal ini akan membuat pengguna tidak mendengar suara peringatan orang, yang kemungkinan besar menyebabkan kecelakaan. Rasa kehati-hatian kita pun cenderung menjadi menurun karena pengalihan konsentrasi kita dari lingkungan sekitar dan jalan ke suara dari earphone.



Keseimbangan badan pun bisa kacau karena tekanan udaranya mempengaruhi keseimbangan badan ketika kita menggunakan earphone di jalan.

Berdasarkan hasil penelitian dari sumber yang saya dapatkan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)  menyatakan bahwa dalam proses pengobatan hanya dapat diobati dengan terapi hiperbalik (memberi obat-obatan khusus) agar tingkat ketuliannya berkurang, tapi tak dapat sembuh total. Sebab, yang rusak adalah sel rambut pada organ telinga bagian dalam yang berfungsi menangkap rangsangan atau frekuensi suara. Bila bagian ini sudah terganggu dan rusak, tak akan bisa kembali normal lagi.

Waww  serem banged ya…. yang tadinya sih kita pengen asyik-asyik gitu, eh karena salah-salah pakenya jadi petaka deh bagi diri kita, eits tapi jangan berprasangka buruk dulu loh postingan  ini bukan untuk nakut-nakutin, tapi buat para pembaca semua supaya tau bahaya dari pemakaian headset atau earphone yang berlebihan dan tidak tepat,  jadi para pembaca semua bisa lebih berhati-hati lagi deh supaya gag terlalu sering pake headsetnya kalaupun memang sudah jadi hobby yah setidaknya penggunaanya harus dengan baik dan benar. Nah sekarang agar terhindar dari ketulian, gunakan alat pemutar musik dengan baik dan benar. Bagimana caranya, berikut tipsnya :

 1. Volume tidak boleh lebih dari 80 db atau tombol volume dipasang pada 50-60 % total      volume.

2. Jangan terlalu lama mendengarkan musik melalui earphone, apalagi terus menerus. Beri  istirahat telinga setiap ½ -1 jam. Sebab jika organ dalam koklea merasa capek, pendengaran bisa mengalami rusak permanen.

3. Gunakan alat pemutar musik yang memiliki volume control

4. Jangan gunakan alat pemutar musik dalam pesawat terbang atau pada lingkungan ramai, sebab di situasi itu Anda cenderung menaikkan volume yang akan merusak pendengaran.



Baiklah para pembaca, penggunaan earphone yang masuk sampai ke dalam telinga pun ternyata berbahaya bagi telinga loh, terlebih lagi jika digunakan dalam waktu yang lama dan volume yang melebihi batas toleransi pendengaran.

Bahaya pengguaan earphone mulai dari suara mendenging atau tinnitus sementara sampai pada kerusakan saraf pendengaran pada telinga. Oleh karena itu, berikut
inilah beberapa tips sehat menggunakan earphone bagi telinga:

1. Usahakan copot earphone setiap 20 menit

2. Pasang volume yang tidak terlalu besar, jika anda sudah tidak dapat mendengar suara di sekitar anda, sebaiknya kecilkan volume earphone

3. Pastikan ada label ‘CE’ atau ‘SNI’ pada earphone yang anda beli

4. Jangan pasang earphone sampai menusuk ke dalam telinga

5. Pilih pemutar musik yang suaranya tidak lebih dari 95 desibel

Semoga Bermanfaat:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar